Saturday, October 9, 2010

KERETA API BAGIAN 1 : MERANGKAK SAJA SUDAH CEPAT APALAGI KALAU BERLARI

Kereta api merupakan alat transportasi yang relatif murah, hemat energy dan ramah lingkungan yang apabila tidak atau kurang perhatian (khususnya di Indonesia) bisa terus mengalami kemunduran bahkan bisa mati. Hal ini antara lain karena harus bersaing dengan banyaknya angkutan umum (dari mulai angkutan kota, bus, travel dlsb), tiket pesawat yang bersaing dan relaif murah. Apa sih kereta api itu?
Apa itu kereta api?
Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya).
Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relative luas sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar. Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara.
Sejarah
Sejarah perkereta apian sama seperti sejarah alat transportasi umumnya yang diawali dengan penemuan roda. Mulanya dikenal kereta kuda yang hanya terdiri dari satu kereta (rangkaian), kemudian dibuatlah kereta kuda yang menarik lebih dari satu rangkaian serta berjalan di jalur tertentu yang terbuat dari besi (rel) dan dinamakan trem. Ini digunakan khususnya di daerah pertambangan tempat terdapat lori yang dirangkaikan dan ditarik dengan tenaga kuda.
Setelah James Watt menemukan mesin uap, Nicolas Cugnot membuat kendaraan beroda tiga berbahan bakar uap. Orang-orang menyebut kendaraan itu sebagai kuda besi. Kemudian Richard Trevithick membuat mesin lokomotif yang dirangkaikan dengan kereta dan memanfaatkannya pada pertunjukan di depan masyarakat umum. George Stephenson menyempurnakan lokomotif yang memenangi perlombaan balap lokomotif dan digunakan di jalur Liverpool-Manchester. Waktu itu lokomotif uap yang digunakan berkonstruksi belalang. Penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan lokomotif uap yang lebih efektif, berdaya besar, dan mampu menarik kereta lebih banyak.
Penemuan listrik oleh Michael Faraday membuat beberapa penemuan peralatan listrik yang diikuti penemuan motor listrik. Motor listrik kemudian digunakan untuk membuat trem listrik yang merupakan cikal bakal kereta api listrik. Kemudian Rudolf Diesel memunculkan kereta api bermesin diesel yang lebih bertenaga dan lebih efisien dibandingkan dengan lokomotif uap. Seiring dengan berkembangnya teknologi kelistrikan dan magnet yang lebih maju, dibuatlah kereta api magnet yang memiliki kecepatan di atas kecepatan kereta api biasa. Jepang dalam waktu dekade 1960-an mengoperasikan KA Super Ekspress Shinkanzen dengan rute Tokyo-Osaka yang akhirnya dikembangkan lagi sehingga menjangkau hampir seluruh Jepang. Kemudian Perancis mengoperasikan kereta api serupa dengan nama TGV.
Macam Kereta api berdasarkan propulsi (tenaga penggerak )
Kereta api uap adalah kereta api yang digerakkan dengan uap air yang dibangkitkan/dihasilkan dari ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar, batu bara ataupun minyak bakar, oleh karena itu kendaraan ini dikatakan sebagai kereta api dan terbawa sampai sekarang. Sejak pertama kali kereta api dibangun di Indonesia tahun 1867 di Semarang telah memakai lokomotif uap, pada umumnya dengan lokomotif buatan Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Belanda. Paling banyak ialah buatan Jerman.
Lokomotif diesel adalah jenis lokomotif yang bermesin diesel dan umumnya menggunakan bahan bakar mesin dari solar. Ada dua jenis utama kereta api diesel ini yaitu kereta api diesel hidraulik dan kereta api diesel elektrik
Kereta Rel Listrik, disingkat KRL, merupakan kereta rel yang bergerak dengan sistem propulsi motor listrik. Di Indonesia, kereta rel listrik terutama ditemukan di kawasan Jabotabek, dan merupakan kereta yang melayani para komuter (lihat KRL Jabotabek). Kereta rel listrik berbeda dengan lokomotif listrik.
Kereta kecepatan tinggi
Kereta kecepatan tinggi adalah transportasi massal dengan menggunakan rel dengan kecepatan di atas 200 km/jam (125 mil/jam). Biasanya kereta kecepatan tinggi berjalan dengan kecepatan antara 250 km/jam (150 mil/jam) sampai 300 km/jam (180 mil/jam). Meskipun rekor kecepatan dunia untuk kereta beroda dipecahkan pada tahun 1990 oleh kereta Prancis TGV yang mencapai kecepatan 515 km/jam (320 mpj), sedangkan kereta maglev eksperimen Jepang telah mencapai kecepatan 581 km/jam.
Sebelum laju lebih cepat lagi ada yang lewat dulu ……………..
Catatan saja (boleh dibaca boleh tidak) :
Ingat kalau namanya lokomotif jaman dahulu warnanya hitam, mungkin karena sering kena asap (tenaga uap bahkan yang tenaga disel pun) daripada belang maka lebih baik di cat hitam saja. Sehingga ada cerita di bawah ini ……
Judulnya Si Hitam Manis (kebetulan disamakan dengan judul nyanyian Jadul alias jaman doeloe).  sebelumnya  … Mohon maaf sekali karena ini hanya cerita, tapi ceritanya juga emang jaman dulu (di jaman Bapak-Bapaku) yang namanya Tuti (di daerah saya) biasanya kulit tubuhnya berwarna gelap kurang terang alias ireng – beda lah dengan Tuti-Tuti sekarang mah, sedikit yang berwarna gelap ……….. banyak yang berwarna terang atau metalik, bahkan mungkin setengah kebule-bulean apalagi kalau rambutnya “Buceri” (BUle di Cat sEndiRI) berwarna pirang, blonde, atau yang berwarna kemerah-merahan mirip warna bulu musang/ganggarangan, sehingga Tuti jaman sekarang ini tidak ada hubungannya dengan cerita ini. .
Ada tebak-tebakan “apa yang hitam manis?” pada waktu kumpul-kumpul dengan serempak yang lain menjawab : “Si Tutiii…,” karena kebetulan Neng Tuti pada waktu itu juga ada dan warnanya pun cocok dengan yang jadi tebakan – karena sudah akrab dan memang SINAM jadi ybs cuma mesem-mesem saja dengan senyum keongnya/agak miring –miring dikit, ….. ternyata jawabannya salah yang benar adalah lokomotif digulain (dilumuri air gula yang kental). Lucu tidak lucu namanya juga cerita…  Tks
Tapi cerita tadi, tidak sembarangan kami tampilkan karena di tulisan yang akan datang ada kalimat bahwa “ …. desain kereta api itu sendiri yang unik. Menurut pendapatnya, wajah kereta api selalu disesuaikan dengan pengetahuan dan kemampuan manusia di zamannya. Karena itu, bentuk kereta api selalu merefleksikan nuansa histori, sehingga mempunyai nilai artistik yang berbeda dari masa ke masa. Perkembangan sejarah kereta api tidak terlepas dari perkembangan manusia juga. Lihat model-model kereta api tahun 1920 dengan tahun 1950, penampilannya sangat berbeda”.
Nakh … tul kan? ada kaitannya dengan tulisan di atas, jadi “wajah yang hitam manis” itu mengikuti sejarah juga, sehingga jangan hanya tahu bahwa kepala kereta api itu semulus pada Gambar berikut.

Sejarah
Jalur rel adalah jenis pertama transportasi masal, dan sampai penemuan mobil di awal abad 20, memiliki monopoli transportasi di darat. Masa setelah Perang dunia II, peningkatan dalam bidang mobil, jalan layang, dan pesawat membuat transportasi menjadi lebih praktis. Di Eropa dan Jepang menekankan pengembangan rel setelah masa perang. Di A.S., pengembangan ditekankan ke jalan jalur cepat dan bandar udara.
Di Jepang dengan nama Shinkansen, pengembangannya dimulai pada tahun 1956 dan jalur pertama dibuka pada 1 Oktober 1964 yang menghubungkan Tokyo-Osaka bertepatan dengan Olimpiade Tokyo. Jalur ini juga menerima sukses secara langsung, dalam waktu 3 tahun dia telah melayani 100 juta penumpang.
Di Eropa ada 2 negara yaitu Prancis dan Jerman. Di Prancis dengan nama TGV, rencana awal telah dimulai sejak 1960an, namun menghadapi tantangan sampai jalur pertama dibuka pada 27 September 1981 yang menghubungkan Paris-Lyon. Sedangkan di Jerman dengan nama ICE, pengembangan dimulai pada tahun 1982 dan jalur pertama dibuka tahun 1991 yang menghubungkan Hamburg-Frankfurt-M√ľnchen.
Kereta kecepatan tinggi dikembangkan untuk memenangkan kembali pengguna rel yang telah menggunakan alat transportasi lain.
Sebelum melaju dengan jalan yang lebih kencang lagi …. Kita lanjutkan pada Bagian 2.

Bacaan terkait :
Stasiun Kereta Api : Jakarta Kota

No comments:

Post a Comment